tengah malam rembulan tak menyayangi
seperti ibu menyusui putra pertamanya
kemanakah indah yang biasa ia kasih
selalu terasa kala sentuhan menemani waktu
aku pun sadari nyatanya hari
tak lagi berkenan senantiasanya senyuman
terasa menenangkan dan menyejukkan
mungkinkah kejelasan tak lagi membuktikan
bahwa ada cerita tentang kita
kala bersama menyatukan mimpi-mimpi
menggambarkan masa indah nanti yang nyata.
seperti ibu menyusui putra pertamanya
kemanakah indah yang biasa ia kasih
selalu terasa kala sentuhan menemani waktu
aku pun sadari nyatanya hari
tak lagi berkenan senantiasanya senyuman
terasa menenangkan dan menyejukkan
mungkinkah kejelasan tak lagi membuktikan
bahwa ada cerita tentang kita
kala bersama menyatukan mimpi-mimpi
menggambarkan masa indah nanti yang nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar